Perbandingan skor plak pada mahasiswa teknologi laboratorium medik dengan pemberian obat kumur herbal (pepsodent herbal) dan non-herbal (pepsodent active defense)

Sahri Mahrani, PO5303204230242 (2026) Perbandingan skor plak pada mahasiswa teknologi laboratorium medik dengan pemberian obat kumur herbal (pepsodent herbal) dan non-herbal (pepsodent active defense). Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover SAHRI.pdf

Download (694kB)
[img] Text
Bab 1 SAHRI.pdf

Download (306kB)
[img] Text
Bab 2 SAHRI.pdf

Download (279kB)
[img] Text
Bab 3 SAHRI.pdf

Download (238kB)
[img] Text
Bab 4 SAHRI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB) | Request a copy
[img] Text
Bab 5 SAHRI.pdf

Download (184kB)
[img] Text
Dapus SAHRI.pdf

Download (184kB)
[img] Text
Lampiran SAHRI.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting yang perlu dipertahankan karena berpengaruh terhadap aktivitas, kualitas hidup, dan kesejahteraan seseorang. Kebersihan rongga mulut dapat dinilai melalui keberadaan plak gigi yang terbentuk akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut. Salah satu upaya tambahan untuk menjaga kebersihan rongga mulut adalah penggunaan obat kumur herbal maupun non-herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan skor plak pada mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik setelah penggunaan obat kumur herbal (Pepsodent Herbal) dan non-herbal (Pepsodent Active Defense). Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa aktif Jurusan Teknologi Laboratorium Medik Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2025 yang dipilih secara purposive. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 20 orang menggunakan obat kumur herbal dan 20 orang menggunakan obat kumur non-herbal. Pengukuran skor plak dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan obat kumur selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penggunaan obat kumur selama 7 hari, seluruh responden pada kelompok herbal maupun non-herbal (100%) berada pada kategori skor plak baik. Rata-rata skor plak pada kelompok herbal menurun dari 2,01 menjadi 0,03 (selisih 1,97), sedangkan pada kelompok non-herbal menurun dari 1,87 menjadi 0,05 (selisih 1,81). Hasil ini menunjukkan bahwa kedua jenis obat kumur efektif menurunkan skor plak, dengan penurunan sedikit lebih besar pada kelompok herbal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur herbal maupun non-herbal efektif menurunkan skor plak pada mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik. Obat kumur herbal menunjukkan penurunan skor plak yang sedikit lebih besar dibandingkan obat kumur non-herbal.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Perbandingan, skor plak, obat kumur herbal, non-herbal.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Gigi
Depositing User: Sahri Mahrani
Date Deposited: 24 Jul 2026 03:53
Last Modified: 24 Jul 2026 03:53
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10324

Actions (login required)

View Item View Item