OLIVIA KUROUMAN, PO5303330230148 (2026) STUDI KONDISI SARANA SANITASI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NAIBONAT KABUPATEN KUPANG TAHUN 2026. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
Cover olivia.pdf Download (758kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (299kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Download (555kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Download (553kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Download (195kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA olivia.pdf Download (223kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN OLIVIA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Sanitasi dasar yang ada di sekolah merupakan salah satu faktor penting bagi murid serta masyarakat yang ada di sekolah. Dengan adanya sarana sanitasi maka akan menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang baik kepada anak-anak sejak usia dini. Penelitian sanitasi dasar ini dilakukan di sekolah dasar dikarenakan jika sanitasi dasar tersebut tidak memenuhi syarat maka akan berdampak pada kesehatan murid dan masyarakat sekolah. Kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit, terutama penyakit berbasis lingkungan seperti diare pada anak sekolah. Masih sering ditemukan kasus diare pada anak usia sekolah yang diduga berkaitan dengan buruknya kondisi sanitasi di lingkungan sekolah. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan variabel penelitian adalah kondisi sarana air bersih, ketersediaan air bersih, ketersediaan sarana jamban, kondisi sarana sanitasi jamban, saluran pembuangan air limbah, sarana pewadahan sampah. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 12 sekolah dasar. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi langsung menggunakan format Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) kemudian dianalisis secara desakriptif. Hasil penelitian pada 12 sekolah dasar bahwa jenis sarana air bersih yang digunakan adalah sumur gali, sumur bor, bak air, tendon dengan kondisi sarana air bersih 100% mempunyai tingkat resiko rendah; ketersediaan air bersih sebanyak 7 (58%) sekolah dengan kriteria memenuhi syarat dan 5 (42%) dengan kriteria tidak memenuhi syarat; ketersediaan sarana jamban tidak memenuhi syara sebanyak 8 (67%) untuk laki-laki dan tidak memenuhi syarat sebanyak 11 (92%) untuk perempuan; kondisi sanitasi jamban yang memenuhi syarat sebanyak 20 (49%) yang tidak memenuhi syarat sebanyak 21 (51%); saluran pembuangan air limbah yang ada sarana memenuhi syarat sebanyak 6 (50%) yang ada sarana tidak memenuhi syarat sebanyak 1 (8%) dan yang tidak ada sarana sebanyak 5 (42%); sarana pewadahan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 63 wadah sampah dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 13 wadah sampah. Disimpulkan bahwa kondisi sarana sanitasi Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Naibonat masih belum sepenuhnya memenuhi syarat kesehatan lingkungan sehingga diperlukan perbaikan dan pemeliharaan sarana sanitasi secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kondisi, Sarana Sanitasi, Sekolah Dasar |
| Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools |
| Divisions: | Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Jurusan Kesehatan Lingkungan > Kesehatan Lingkungan Kesehatan Lingkungan |
| Depositing User: | Olivia Kurouman |
| Date Deposited: | 10 Jul 2026 04:27 |
| Last Modified: | 10 Jul 2026 04:27 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10346 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric