Boni Tualaka, PO5303241231190 (2026) ANALISIS PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI DAERAH PESISIR DAN NON PESISIR DI KOTA KUPANG. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
cover LTA, BONI TUALAKA (1).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I LTA, Boni tualaka (1).pdf Download (528kB) |
|
|
Text
BAB II LTA, BONI TUALAKA (1).pdf Download (701kB) |
|
|
Text
BAB III LTA, BONI TUALAKA (2).pdf Download (549kB) |
|
|
Text
BAB IV LTA, BONI TUALAKA. (2).pdf Download (692kB) |
|
|
Text
BAB V LTA, BONI TUALAKA (2).pdf Download (204kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA, LTA BONI TUALAKA (12).pdf Download (365kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN, LTA, BONI TUALAKA (5).pdf Download (3MB) |
Abstract
Kekurangan Energi Kronis (KEK) masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang banyak dialami remaja putri di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur. Masa remaja merupakan periode pertumbuhan pesat yang memerlukan kecukupan zat gizi memadai, namun kondisi ini dipengaruhi oleh pengetahuan, pola makan, ekonomi, budaya, dan gaya hidup. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi KEK usia 15–19 tahun mencapai 41,9%; di NTT sebesar 35,7%, dan Kota Kupang 25,31%. Tujuan Penelitian : mengetahui perbedaan pengetahuan dan Pola Makan pada remaja putri yang mengalami KEK di daerah pesisir dan non pesisir di Kota Kupang. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasional analitik. Penenlitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cros sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 92 orang yang dilakukan di SMK N 3 Kota Kupang Dan SMA N 7 Kota Kupang. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi cukup (45,7%) dan pola makan baik (78,3%). Wilayah pesisir menunjukkan pengetahuan cukup 50,0% dan pola makan baik 84,8%; sedangkan non pesisir masing-masing 41,3% dan 71,7%. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada pengetahuan gizi (p=0,078) maupun pola makan (p=0,89). Kesimpulan : Berdasarkan penelitian pada siswi kelas X dan XI di SMKN 3 Kupang serta SMAN 7 Kupang, dapat disimpulkan bahwa: tingkat pengetahuan gizi responden didominasi kategori cukup sebesar 45,7%, diikuti kurang 42,4%, dan baik 12,0%. Sementara itu, pola makan sebagian besar tergolong baik sebesar 78,3%, cukup 18,5%, dan buruk 3,3%. Secara statistik, tidak ditemukan perbedaan bermakna pengetahuan gizi antara wilayah pesisir (p=0,078), dan non pesisir demikian pula halnya dengan pola makan yang juga tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua wilayah (p=0,89).. Saran : Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang berhubungan dengan kejadian KEK seperti aktivitas fisik, asupan zat gizi, pendapatan keluarga, dan status sosial ekonomi sehingga hasil penelitian lebih lengkap, Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode pengukuran konsumsi makanan yang lebih detail seperti recall 24 jam agar data asupan makanan lebih akurat. Penelitian selanjutnya dapat meneliti faktor budaya, kebiasaan makan keluarga, serta pengaruh media sosial terhadap pola makan remaja putri.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kekurangan Energi Kronis (KEK), pengetahuan gizi, pola makan, remaja putri,pesisir, non pesisir. |
| Subjects: | R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology |
| Divisions: | Jurusan Gizi > Gizi Jurusan Gizi > Gizi Gizi |
| Depositing User: | Boni Tualaka |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 04:37 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 04:37 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10978 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric