Hubungan Asupan Natrium Dan Zat Besi Dengan Tekanan Darah Dan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Gagal GinjalKronik Hemodialisis Diruang Rawat Jalan RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang

Patriscia Yuni Noviyanthi Benediktus, PO5303241231277 (2026) Hubungan Asupan Natrium Dan Zat Besi Dengan Tekanan Darah Dan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Gagal GinjalKronik Hemodialisis Diruang Rawat Jalan RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER.pdf

Download (864kB)
[img] Text
BAB I (2).pdf

Download (418kB)
[img] Text
BAB II..pdf

Download (418kB)
[img] Text
BAB III (1).pdf

Download (619kB)
[img] Text
BAB IV (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (597kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V (1).pdf

Download (468kB)
[img] Text
BAB VI (1).pdf

Download (449kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf

Download (496kB)
[img] Text
LAMPIRAN (1).pdf

Download (1MB)

Abstract

Patriscia Yuni Noviyanthi Benediktus: “Hubungan Asupan Natrium Dan Zat Besi Dengan Tekanan Darah Dan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Penyakit Gagal GinjalKronik Hemodialisis Diruang Rawat Jalan RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang.” (Dibimbing oleh Dr. Putu Amrytha Sanjiwani, S.Gz., M.Gizi). Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023, prevalensi penyakit ginjal kronik di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 0,28%. Data rekam medis RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang menunjukkan terdapat 213 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis pada periode Oktober–Desember 2025. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berisiko mengalami gangguan status gizi, terutama defisit asupan natrium dan zat besi. Ketidakseimbangan asupan natrium dapat memengaruhi tekanan darah melalui retensi cairan, sedangkan rendahnya asupan zat besi dapat berkontribusi terhadap terjadinya anemia yang ditandai adanya penurunan kadar hemoglobin. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan asupan natrium dengan tekanan darah serta asupan zat besi dengan kadar hemoglobin pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Ruang Rawat Jalan RSUD Prof Dr W.Z Johannes Kupang. Metode Penelitian : Penelitian observasional menggunakan rancangan cross sectional dilakukan pada Maret 2026. Sampel berjumlah 71 responden dengan teknik total sampling. Data asupan natrium dan zat besi diperoleh melalui food recall 1×24 jam, sedangkan data tekanan darah dan kadar hemoglobin diambil dari rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia 50–64 tahun (66,2%), perempuan (52,1%), dan menjalani hemodialisis ≤5 tahun (60,6%). Mayoritas responden memiliki asupan natrium defisit (92,95%) dan asupan zat besi defisit (87,32%). Tekanan darah normal ditemukan pada 73,23% responden dan kadar hemoglobin normal pada 91,54%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p=0,374) maupun asupan zat besi dengan kadar hemoglobin (p=0,621). Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki asupan natrium dan zat besi yang defisit, namun tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan tekanan darah maupun kadar hemoglobin. Kata kunci: asupan natrium, zat besi, tekanan darah, hemoglobin, gagal ginjal kronik, hemodialisis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Asupan Natrium, Zat Besi, Tekanan Darah, Hemoglobin, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Jurusan Gizi > Gizi
Jurusan Gizi > Gizi
Gizi
Depositing User: Patriscia Yuni Noviyanthi Benediktus
Date Deposited: 08 Sep 2026 05:42
Last Modified: 08 Sep 2026 05:42
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11535

Actions (login required)

View Item View Item