Jechika Consita Fay, PO5303332230649 (2026) Kajian Etnofarmakognosi Pemanfaatan Tanaman Berkahsiat Obat Di Kelurahan Naibonat Kabupaten Kupang. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.
|
Text
Bagian awal KTI REPOSITORI.pdf Download (589kB) |
|
|
Text
Bagian BAB 1 Chika.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
Bagian KTI BAB 2 Chika.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
Bagian BAB 3 KTI Chika.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
Bagian BAB 4 KTI Chika.pdf Download (940kB) |
|
|
Text
Bagian BAB 5 KTI Chika.pdf Download (166kB) |
|
|
Text
Bagian Daftar Pustaka Chika.pdf Download (160kB) |
|
|
Text
Bagian Lampiran Repository Chika.pdf Download (1MB) |
Abstract
Latar Belakang: Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari pengetahuan serta kearifan lokal masyarakat. Etnofarmakognosi mempelajari pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat, termasuk jenis tanaman, bagian yang digunakan, cara pengambilan, pengolahan, penggunaan, dan aturan pakainya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji etnofarmakognosi pemanfaatan tanaman berkhasiat obat oleh masyarakat di kelurahan Naibonat, Kabupaten Kupang, meliputi nama, jenis, bagian tanaman yang digunakan, cara pengambilan, cara pengolahan, cara penggunaan, dan aturan pakai. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui survei dan wawancara langsung dengan teknik purposive sampling. Hasil: Diperoleh lima jenis tanaman berkhasiat obat, yaitu meniran (Phyllanthus niruri L.), keji beling (Strobilanthes crispus), temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan damar merah (Jatropha gossypifolia). Jenis tanaman berupa herba, perdu dan terna yang dimanfaatkan bagian daun, rimpang, dan kulit batang. Pengambilannya disertai ritual adat yaitu natoni, onen penoit dan fua pah dan seluruh tanaman dibilas dengan air panas dan direbus. Ramuan diminum 2 kali sehari untuk mengobati BAB berdarah, asam lambung dan batu ginjal. Simpulan: Masyarakat di kelurahan Naibonat masih mempertahankan pemanfaatan tanaman berkhasiat obat sebagai bagian dari pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun, hasil kajian diharapkan dapat menjadi sumber informasi dalam pelestarian kearifan lokal serta mendukung pengembangan penelitian tentang tanaman obat di masa mendatang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Etnofarmakognosi, Pengobatan tradisional, Naibonat, earifan lokal. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > Farmasi Jurusan Farmasi > Farmasi Farmasi |
| Depositing User: | Jechika Consita Fay |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 03:17 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 03:17 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11588 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric