Meisiyani Baitanu, PO5303333231148 (2026) Gambaran Kadar C-Reaktive Protein (CRP) Pada Petani Lansia Di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER PDF.pdf Download (444kB) |
|
|
Text
BAB I PDF.pdf Download (375kB) |
|
|
Text
BAB II PDF.pdf Download (674kB) |
|
|
Text
BAB III PDF.pdf Download (429kB) |
|
|
Text
BAB IV PDF.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB V PDF.pdf Download (157kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA PDF Meisiyani baitanu.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN PDF.pdf Download (2MB) |
Abstract
Aktivitas bertani yang menuntut kerja fisik mekanis secara berulang rentan menginduksi cedera mikroskopis (microdamage) pada jaringan otot dan persendian lansia. Berdampingan dengan penurunan fungsi sistem imun akibat proses penuaan biologis (inflamm-aging) serta paparan lingkungan eksternal, kondisi ini berpotensi memicu peradangan sistemik. Pemeriksaan C-Reactive Protein (CRP) merupakan penanda biologis (biomarker) utama yang sangat peka dalam mendeteksi adanya status inflamasi di dalam tubuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kadar CRP pada populasi petani lansia di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus ditinjau dari karakteristik jenis kelamin, usia, lama waktu kerja, tingkat aktivitas harian, dan riwayat penyakit penyerta. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dilaksanakan pada Februari hingga April 2026 di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus. Teknik simple random sampling digunakan untuk memperoleh 34 responden petani lansia aktif. Data karakteristik dan riwayat klinis diperoleh melalui kuesioner. Pengujian serum darah dilakukan di laboratorium menggunakan metode aglutinasi lateks kualitatif dan konfirmasi semi-kuantitatif. Hasil: Profil dari 34 subjek penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebesar 61,8% (21 orang) dan berada pada kelompok usia pra-lansia/lansia awal sebesar 58,8% (20 orang). Skrining kualitatif awal mencatat 33 responden (97,1%) non-reaktif dan 1 responden perempuan (2,9%) pada kategori lansia awal dengan masa kerja > 10 tahun, aktivitas berat, serta riwayat hipertensi menunjukkan hasil reaktif. Namun demikian, hasil uji konfirmasi semi-kuantitatif membuktikan secara mutlak bahwa seluruh responden (100%) berada dalam batas normal dengan kadar <6 mg/L. Kesimpulan: Seluruh petani lansia di RT 014/RW 006 Kelurahan Tarus memiliki kadar CRP pada kisaran fisiologis normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa populasi petani lansia berada dalam homeostasis imun yang stabil tanpa adanya reaksi inflamasi sistemik akut maupun infeksi aktif saat pengambilan sampel.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Petani Lansia, Inflamasi, C-Reactive Protein (CRP) |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions: | Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik Teknologi Laboratorium Medik |
| Depositing User: | Meisiyani Baitanu |
| Date Deposited: | 08 Sep 2026 03:50 |
| Last Modified: | 08 Sep 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11699 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric