Gambaran Nilai Hematokrit Pada Anak Stunting Di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang

Febriani Truwida Fay, PO5303333231132 (2026) Gambaran Nilai Hematokrit Pada Anak Stunting Di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER FEBBY.pdf

Download (715kB)
[img] Text
BAB I FEBBY.pdf

Download (216kB)
[img] Text
BAB II FEBBY.pdf

Download (462kB)
[img] Text
BAB III FEBBY.pdf

Download (279kB)
[img] Text
BAB IV FEBBY.pdf
Restricted to Registered users only

Download (292kB) | Request a copy
[img] Text
BAB V FEBBY.pdf

Download (182kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA FEBBY.pdf

Download (233kB)
[img] Text
LAMPIRAN FEBBY.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan kondisi kesehatan anak. Kekurangan zat gizi, terutama zat besi, dapat mengganggu pembentukan sel darah merah dan berpotensi menyebabkan penurunan nilai hematokrit. Pemeriksaan hematokrit penting dilakukan untuk mengetahui gambaran kondisi hematologis pada anak stunting. Tujuan: Mengetahui gambaran nilai hematokrit pada anak stunting di Puskesmas Bakunase Kecamatan Kota Raja Kota Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada anak stunting di Puskesmas Bakunase pada Mei 2026. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pemeriksaan hematokrit dilakukan menggunakan hematology analyzer. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, persentase, dan nilai rata-rata. Hasil: Dari 30 responden, sebanyak 18 anak (60,0%) memiliki nilai hematokrit normal dan 12 anak (40,0%) memiliki nilai hematokrit rendah. Rata-rata nilai hematokrit adalah 34,53%, dengan nilai terendah 18% dan tertinggi 41%. Berdasarkan karakteristik, sebagian besar responden berusia 1 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Sebanyak 22 anak (73,33%) memiliki orang tua dengan pekerjaan sebagai petani. Kesimpulan: Sebagian besar anak stunting memiliki nilai hematokrit dalam kategori normal, namun 40,0% mengalami nilai hematokrit rendah. Pemeriksaan hematokrit secara berkala dan pemenuhan gizi seimbang, terutama asupan zat besi, diperlukan untuk mendukung pemantauan kondisi hematologis pada anak stunting.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Stunting, hematokrit, anak, anemia, Puskesmas Bakunase
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions: Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik
Depositing User: Febriani Truwida Fay
Date Deposited: 08 Sep 2026 08:09
Last Modified: 08 Sep 2026 08:09
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11754

Actions (login required)

View Item View Item