Efri Helena Bako, PO5303332230584 (2026) Analisis Perilaku Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter Pada Masyarakat Rt 13 Di Kelurahan Oebobo Kota Kupang Tahun 2026. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.
|
Text
Bagian awal KTI Evy.pdf Download (708kB) |
|
|
Text
BAB 1 KTI EVY.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
BAB 2 KTI EVY.pdf Download (294kB) |
|
|
Text
BAB 3 KTI EVY.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
BAB 4 KTI EVY.pdf Restricted to Registered users only Download (814kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 5 EVY.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka KTI Evy.pdf Download (248kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka KKTI Evy.pdf Download (246kB) |
|
|
Text
Lampiran KTI Evy.pdf Download (3MB) |
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter masih menjadi masalah karena penggunaan yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik dan menimbulkan efek samping. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, penggunaan antibiotik melalui pengobatan sendiri masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep dokter pada masyarakat RT 13 Kelurahan Oebobo Kota Kupang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah masyarakat RT 13 Kelurahan Oebobo yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 9 pertanyaan. Data dianalisis secara statistik deskriptif dengan menyajikan distribusi frekuensi dan persentase Hasil: Dari 46 responden yang ditemui, sebanyak 45 responden menggunakan antibiotik tanpa resep dokter. Sebanyak 28 responden (62,2%) menyatakan sering membeli antibiotik tanpa resep dokter, sedangkan 17 responden (37,8%) menyatakan jarang. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masih terdapat perilaku penggunaan antibiotik yang kurang tepat, termasuk penghentian penggunaan ketika gejala mereda dan ketidaktepatan dalam penggunaan antibiotik. Kesimpulan: Perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep dokter pada masyarakat RT 13 Kelurahan Oebobo masih tinggi. Diperlukan peningkatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara rasional, pentingnya memperoleh antibiotik berdasarkan resep dokter, serta risiko resistensi antibiotik.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perilaku, antibiotik, tanpa resep dokter, masyarakat,resistensi antibiotik. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions: | Jurusan Farmasi > Farmasi Jurusan Farmasi > Farmasi Farmasi |
| Depositing User: | Efry Helena Bako |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 06:16 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 06:19 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12066 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric