Serlin Yonalisa Onboti, PO5303241231295 (2026) Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Remaja Di SMA Negeri 9 Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
|
Text
COVER (1).pdf Download (663kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Download (276kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Download (356kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB_5.pdf Download (9kB) |
|
|
Text
DAFTAR_PUSTAKA (1).pdf Download (132kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Download (2MB) |
Abstract
Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase tumbuh kembang pesat yang membutuhkan kecukupan asupan gizi seimbang. Ketidakseimbangan pola makan pada remaja berisiko memicu masalah beban ganda gizi (double burden of malnutrition), baik gizi kurang maupun gizi lebih. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi masalah gizi pada remaja usia 16–18 tahun di Kota Kupang tergolong tinggi, yaitu 13,18% mengalami gizi sangat kurang, 13,00% gizi kurang, 9,44% gizi lebih, dan 2,36% obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan dan status gizi remaja di SMA Negeri 9 Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2026 di SMA Negeri 9 Kota Kupang. Populasi penelitian adalah seluruh siswa-siswi kelas X dan XI sebanyak 453 orang. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 82 responden. Pengumpulan data pola makan dilakukan menggunakan formulir Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang dikategorikan berdasarkan skala Florence (2017), sedangkan status gizi diukur melalui penilaian antropometri Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) sesuai standar Permenkes No. 2 Tahun 2020. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (76,8%) dan berada pada rentang usia 15–16 tahun (59,8%). Karakteristik orang tua didominasi oleh pendidikan terakhir SMA (Ayah 45,1%; Ibu 47,6%), pekerjaan ayah sebagai petani (48,8%), ibu sebagai Ibu Rumah Tangga (81,7%), serta pendapatan keluarga tergolong relatif rendah (<Rp1.000.000 –>Rp2.000.000 per bulan sebesar 62,2%). Gambaran pola makan responden menunjukkan mayoritas berada pada kategori baik (64,4%), kategori cukup (22,0%), dan kategori kurang (13,4%). Makanan pokok harian didominasi nasi (>3x/hari sebesar 75,6%) dan lauk hewani dominan ikan segar/kering (1x/hari sebesar 54,9%), namun konsumsi buah-buahan segar masih tergolong jarang (3–6x/minggu sebesar 34,1%). Gambaran status gizi responden menunjukkan sebagian besar memiliki status gizi baik/normal (70,7%), namun masih ditemukan status gizi sangat kurang (11,0%), gizi kurang (6,1%), gizi lebih (9,8%), dan obesitas (2,4%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,000; Cramer's V = 0,633). Kesimpulan: Mayoritas remaja di SMA Negeri 9 Kota Kupang memiliki pola makan baik dan status gizi normal, namun permasalahan beban ganda gizi (gizi kurang dan gizi lebih) masih ditemukan. Pihak sekolah diharapkan mengoptimalkan peran UKS untuk edukasi gizi seimbangt. Kata Kunci: Pola Makan, Status Gizi, Remaja, IMT/U, SMA Negeri 9 Kupang.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pola Makan, Status Gizi, Remaja, IMT/U, SMA Negeri 9 Kupang. |
| Subjects: | R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine |
| Divisions: | Jurusan Gizi Jurusan Gizi Jurusan Gizi > Gizi Jurusan Gizi > Gizi Gizi |
| Depositing User: | Serlin Yonalisa Onboti |
| Date Deposited: | 16 Sep 2026 08:04 |
| Last Modified: | 16 Sep 2026 08:04 |
| URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/12074 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

Altmetric
Altmetric