PO5303203200786, Ronaldo H Wangu Langu (2023) Peran Keluarga Sebagai Pengawas Menelan Obat Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Kawangu Kabupaten Sumba Timur. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.
![]() |
Text
COVER.pdf Download (692kB) |
![]() |
Text
BAB 1.pdf Download (403kB) |
![]() |
Text
BAB 2 DAN BAB 3.pdf Download (387kB) |
![]() |
Text
BAB 4 .pdf Download (476kB) |
![]() |
Text
BAB 5.pdf Download (220kB) |
![]() |
Text
BAB 6.pdf Download (11kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (19kB) |
![]() |
Text
LAMPIRAN.pdf Download (1MB) |
Abstract
Pendahuluan: Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis adalah salah satu penyakit tertua diketahui menyerang manusia. Jika TBC diobati dengan benar disebabkan oleh kompleks Mycobacterium tuberculosis yang rentan obat dapat menyembuhkan. Kementrian kesehatan mencatat bahwa total kasus tuberkulosis di indonesia tahun 2021 di perkirakan ada 824.000 kasus tuberkulosis di Indoneia, namun pasien TBC yang berhasil di temukan, di obati, dan di laporkan kedalam sistem informasi nasional hanya 393.323 (48%). Pada tahun 2022 terdeteksi sebanyak 717.941 kasus di Indonesia. Data dari dinas kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukan bahwa angka kejadian Tuberkolosis Paru pada Tahun 2020 berjumlah 5.126 kasus, dan pada tahun 2021 kasus tuberkolosis mencapai 2.765 kasus. Tujuan : Tujuan dari penilitian ini untuk diketahuinya gambaran tingkat peran keluarga sebagai pengawas menelan obat Pada penderita tuberkolosis di wilayah kerja puskesmas kawangu kabupaten sumba timur. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan pada keluarga penderita TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kawangu. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang yang diperoleh secara accidental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisa secara univariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh dari 20 responden tertinggi berperan cukup dalam pengawasan menelan obat sbanyak 12 orang (60%), yang berperan baik dalam pengawasan menelan obat sebanyak 5 orang (25%) dan yang paling sedikit yang berperan kurang dalam pengawasan minum obat sebanyak 3 orang orang (15%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang di peroleh dari 20 responden tertinggi berperan cukup dalam pengawasan menelan obat sbanyak 12 orang (60%), yang berperan baik dalam pengawasan menelan obat sebanyak 5 orang (25%) dan yang paling sedikit yang berperan kurang dalam pengawasan minum obat sebanyak 3 orang orang (15%). %). Hal ini menunjukkan bahwa keluarga berperan cukup baik sebagai pengawas menelan obat dan sebagai pendamping pemberian edukasi pada penderita TB Paru. Kata Kunci: Peran keluarga, TB Paru
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Peran keluarga, TB Paru |
Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
Divisions: | Prodi Keperawatan Waingapu Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu Jurusan Keperawatan > Prodi Keperawatan Waingapu |
Depositing User: | Mrs Cresensia Segu |
Date Deposited: | 06 Feb 2025 05:36 |
Last Modified: | 06 Feb 2025 05:36 |
URI: | http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/6725 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |