Gambaran Asupan Energi, Asupan Protein, dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oesapa Kota Kupang

Sahirannisa, PO5303241231287 (2026) Gambaran Asupan Energi, Asupan Protein, dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Kupang.

[img] Text
COVER (1).pdf

Download (387kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (244kB)
[img] Text
BAB II.pdf

Download (359kB)
[img] Text
BAB III.pdf

Download (254kB)
[img] Text
BAB IV.pdf

Download (266kB)
[img] Text
BAB V.pdf

Download (169kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA (1).pdf

Download (228kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB)

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 10,7 juta kasus TB secara global, dan Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan beban TB tertinggi. Kota Kupang merupakan kota dengan prevalensi TB Paru tertinggi di Nusa Tenggara Timur. TB Paru dan status gizi memiliki hubungan timbal balik, di mana gizi buruk menurunkan fungsi imun dan meningkatkan risiko TB laten menjadi aktif, sementara infeksi TB memperburuk status gizi melalui penurunan nafsu makan dan gangguan metabolisme. Asupan energi dan protein yang tidak adekuat dapat mengganggu mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi TB. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui gambaran asupan energi, asupan protein, dan status gizi pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Oesapa Kota Kupang. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain observasional pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien TB Paru yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data asupan energi dan protein diperoleh melalui metode food recall 1×24 jam sebanyak tiga kali, kemudian dianalisis menggunakan TKPI dan dibandingkan dengan kebutuhan gizi berdasarkan rekomendasi WNPG 2012. Status gizi dinilai berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) sesuai kategori Kemenkes 2019. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Sebagian besar responden berusia 15–24 tahun (40,0%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,3%). Mayoritas asupan energi responden tergolong kategori kurang, yaitu 26 orang (86,7%), sedangkan kategori baik hanya 4 orang (13,3%). Asupan protein juga sebagian besar tergolong kurang, yaitu 24 orang (80%), kategori baik 5 orang (16,7%), dan kategori kelebihan 1 orang (3,3%). Berdasarkan status gizi menurut IMT, sebagian besar responden berstatus gizi normal sebanyak 16 orang (53,4%), sedangkan responden dengan kekurangan berat badan tingkat ringan dan tingkat berat masing-masing sebanyak 7 orang (23,3%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien TB Paru di Puskesmas Oesapa Kota Kupang memiliki asupan energi dan protein yang kurang, namun status gizi berdasarkan IMT masih tergolong normal pada lebih dari separuh responden. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang berhubungan dengan asupan zat gizi dan status gizi pasien tuberkulosis paru guna mendukung keberhasilan terapi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis Paru, Asupan Energi, Asupan Protein, Status Gizi, Puskesmas Oesapa.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Jurusan Gizi
Jurusan Gizi
Depositing User: Sahirannisa Din
Date Deposited: 26 Aug 2026 08:44
Last Modified: 26 Aug 2026 09:16
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/11162

Actions (login required)

View Item View Item