Studi Tentang Kebiasaan Mengonsumsi Air Sumur Di Daerah Pesisir Dengan Tingkat Kejadian Kalkulus Gigi Pada Orang Dewasa Di Desa Mata Air Ddusun 1 RT 08 / RW 04 KABUPATEN KUPANG

Maria Fortunata Della Dasat, PO5303204230269 (2026) Studi Tentang Kebiasaan Mengonsumsi Air Sumur Di Daerah Pesisir Dengan Tingkat Kejadian Kalkulus Gigi Pada Orang Dewasa Di Desa Mata Air Ddusun 1 RT 08 / RW 04 KABUPATEN KUPANG. Diploma thesis, Poltekes Kemenkes Kupang.

[img] Text
cover della.pdf

Download (558kB)
[img] Text
Bab 1 Della.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Bab 2 Della.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Bab 3 Della.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 4 Della.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
Bab 5 Della.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Dapus Della.pdf

Download (4MB)
[img] Text
LAMPIRAN DELLA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Latar Belakang: Kalkulus gigi merupakan plak yang mengalami mineralisasi akibat pengendapan kalsium dan fosfat. Air sumur di daerah pesisir yang memiliki kandungan mineral tinggi dengan pH basa yaitu delapan berpotensi mempercepat pembentukan kalkulus gigi pada masyarakat dewasa. Tujuan: Mengetahui tingkat kejadian kalkulus gigi pada orang dewasa serta keterkaitannya dengan kebiasaan mengonsumsi air sumur pesisir di Desa Mata Air. Metode: penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik kuota sampling sebanyak 70 responden berusia 14–60 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner kebiasaan konsumsi air sumur dan pemeriksaan klinis kalkulus gigi menggunakan indeks OHI-S. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan mengonsumsi air sumur termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 91,4%, sedangkan 8,6% berada pada kategori sedang. Hasil pemeriksaan pada rongga mulut pasien terdapat kalkulus dengan kategori sedang dan buruk sebanyak 42,9%, sedangkan kategori baik hanya 14,3%. Kesimpulan: Tingkat kejadian kalkulus gigi pada orang dewasa di Desa Mata Air tergolong tinggi dan diduga berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi air sumur di daerah pesisir. Masyarakat disarankan melakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan sekali, serta pemerintah daerah perlu meningkatkan akses air bersih perpipaan di wilayah pesisir. Metode: penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan teknik kuota sampling sebanyak 70 responden berusia 14–60 tahun, dengan pengumpulan data melalui kuesioner kebiasaan konsumsi air sumur dan pemeriksaan klinis kalkulus gigi menggunakan indeks OHI-S. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan mengonsumsi air sumur termasuk dalam kategori tinggi sebanyak 91,4%, sedangkan 8,6% berada pada kategori sedang. Hasil pemeriksaan pada rongga mulut pasien terdapat kalkulus dengan kategori sedang dan buruk sebanyak 42,9%, sedangkan kategori baik hanya 14,3%. Kesimpulan: Tingkat kejadian kalkulus gigi pada orang dewasa di Desa Mata Air tergolong tinggi dan diduga berkaitan dengan kebiasaan mengonsumsi air sumur di daerah pesisir. Masyarakat disarankan melakukan pembersihan karang gigi setiap 6 bulan sekali, serta pemerintah daerah perlu meningkatkan akses air bersih perpipaan di wilayah pesisir.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: air sumur pesisir, kalkulus gigi.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
R Medicine > RK Dentistry
Divisions: Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Jurusan Keperawatan Gigi > Gigi
Gigi
Depositing User: Maria Fortunata Dela Dasat
Date Deposited: 16 Jul 2026 07:02
Last Modified: 16 Jul 2026 07:02
URI: http://repository.poltekeskupang.ac.id/id/eprint/10432

Actions (login required)

View Item View Item